SEKILAS TENTANG HOREV : House of Revelation

House of Revelation adalah misi interdenominasi yang melayani khusus pemberitaan penyingkapan Wahyu Tuhan tentang Kerajaan Tuhan yang akan datang pada Akhir Zaman.

Dewasa ini begitu banyak aliran pengajaran mengenai akhir zaman, namun ironinya banyak orang justru menjadi takut dan bingung serta tidak memahami apa pesan Alkitab sesungguhnya tentang zaman akhir.

Pesan propetik atau nubuat-nubuat di Alkitab tentang masa yang akan datang  – yang merupakan sumber pengajaran akhir zaman – memang disajikan secara “encoded” atau disandi menggunakan lambang-lambang.

Dalam istilah Alkitab nubuat-nubuat tersebut dimeteraikan artinya disembunyikan. Karena banyak mengandung lambang-lambang atau disajikan tersembunyi maka memberi peluang multi tafsir. Itulah sebabnya timbul berbagai macam pengajaran yang berbeda-beda.

Hal tersebut di atas sekaligus memberi kepada kita pengertian bahwa, pengajaran yang beredar selama ini belum sempurna pemahamannya. Dan Alkitab menjelaskan bahwa, menjelang akhir zaman pengetahuan kita tentang nubuat-nubuat ini baru akan sempurna.

Dalam 1 Korintus 13:9-10 dikatakan: “Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.”

Dalam Terjemahan King James Version disebutkan: “For we know in part, and we prophesy in part. But when that which is perfect is come, then that which is in part shall be done away.” (Karena kita memahaminya sebagian, maka kita bernubuat/menyingkapkan sebagian. Tetapi ketika yang sempurna itu tiba, maka yang sebagian akan ditinggalkan.)

Apa yang dimaksud “which is in part” adalah pengetahuan yang sebagian atau belum lengkap (yang telah kita terima selama ini), dan itu akan diganti dengan pengetahuan yang sempurna di zaman akhir. Dengan kata lain, pengajaran yang kita telah terima selama ini terbatas atau hanya sebagian saja, suatu kali akan digantikan dengan pengertian yang sempurna.

Jadi dengan demikian kita mengerti sekarang kita harus terbuka dan tidak boleh terus bersikukuh dengan pengajaran yang lama dan tidak mau belajar lagi. Tetapi kita harus bersikap progresif, terus mengalami kemajuan dalam pengetahuan, khususnya pengetahuan mengenai zaman akhir.

Untuk itulah House of Revelation ada, yaitu untuk menyampaikan pengajaran yang progresif, berdasar pada pewahyuan yang murni dari Alkitab, dengan observasi aktual terhadap kehidupan bangsa Israel moderen, perkembangan kehidupan bangsa-bangsa secara umum, dan gejala-gejala alam yang mencerminkan tanda-tanda zaman.

Untuk meluruskan jalan yang berkelok-kelok, menimbun yang berlubang-lubang, supaya yang pincang jangan malah terpelosok, yang buta jangan malah tersesat. Karena kehendak-Nya dari semula adalah supaya kita hamba-hamba-Nya, memahami sepenuhnya maksud dari Injil Kerajaan-Nya.

” Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan… ” – Mark 4:11.

PRINSIP & PANDANGAN HOUSE OF REVELATION

ALKITAB ADALAH HARTA WARISAN PALING BERHARGA BAGI UMAT MANUSIA 

Pentingnya Pertolongan Roh Kristus

Alkitab adalah Warisan Tak Ternilai yang diperoleh umat manusia di dunia yang gelap dan tak berarah tujuan. Alkitab bukan hanya memberi inspirasi dan motivasi hidup keagamaan seorang Kristen, namun lebih dari itu Alkitablah yang memberi arti hidup manusia, Alkitab yang membuat hidup manusia memiliki makna. Tanpa Alkitab manusia tidak tahu arah tujuan hidupnya: manusia dilahirkan, bersusah payah hidup, beranak-cucu, lalu mereka mati satu persatu, betapa sia-sianya hidup tanpa tujuan. Namun Alkitab mengungkapkan bahwa ada ‘Master Plan’(Rencana Besar) yang tersembunyi di balik hidup yang kelihatan sia-sia ini.

Alkitab memberikan “revelation”(penyingkapan) bahwa ada rencana semula yang penuh kemuliaan di balik hidup manusia yang kelihatan gagal itu. Dan “Kabar Baiknya” rencana semula itu tidak gagal. Dan Alkitab memberi tahu apa yang akan terjadi dan bagaimana akhirnya sebagian manusia akan sampai kepada kemuliaannya. Siapa ingin berakhir dalam kemuliaan dan hidup tidak sia-sia, haruslah ia menyelidikinya.

PENTINGNYA PERTOLONGAN ROH KRISTUS

Alkitab adalah naskah kuno yang mengungkapkan “Rahasia Destiny Manusia” yang diterjemahkan ke ribuan bahasa dan dialek suku-suku bangsa di bumi. Tidak pernah ada dokumen yang sedemikian luar biasa seperti Alkitab. Ditulis oleh lebih dari 40 orang yang hidup dalam rentang waktu hingga 1600 tahun(lebih dari 40 generasi), namun memiliki kesatuan pikiran yang sinkron, karena pengarangnya satu yaitu: Roh Kristus.

“Dan mereka (para nabi) meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu… telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka (para nabi), … berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat. Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus (revelation of Jesus Christ).” – (1 Petrus 1:11-13)

Dengan demikian untuk dapat memahami dengan sempurna apa maksud paling autentik dari tiap ayat dalam Alkitab kita membutuhkan pertolongan Roh Kristus.

DUA MACAM METODE MENYELIDIKI ALKITAB

Ada dua macam metode utama dalam mempelajari Alkitab, yang pertama Metode Deduktif (yang intinya Mencari Konfirmasi) dan yang kedua Metode Induktif (yang intinya Mencari Inspirasi). Secara teori kebanyakan Theolog cenderung menolak metode Deduktif karena dianggap kesimpulan tidak murni dari Alkitab karena penyelidik telah memiliki gagasan dan membaca Alkitab hanya butuh konfirmasi atau dukungan. Namun pada prakteknya banyak pendeta justru lebih sering mempraktekkan metode Deduktif dalam menyusun kotbah mingguannya, karena sebelumnya mereka telah memiliki gagasan thema atau telah diminta mengkotbahkan suatu thema tertentu sebelum membuka Alkitabnya. Sebenarnya mana yang lebih baik dari kedua metode tersebut ?

Di balik perdebatan pro-kontra para Theolog, sebenarnya baik Metode Induktif maupun metode Deduktif adalah metode yang baik, bila diterapkan pada tahapan yang benar. Seharusnya setiap orang percaya memulai dengan Mencari Inspirasi dari Alkitab terlebih dahulu, sebelum menentukan Thema kotbah atau topik yang akan dipelajarinya (jadi dimulai dengan metode Induktif), setelah menangkap inspirasi “thema dari Tuhan” dan memahami hubungan atau konteks dengan kehidupan jemaatnya, baru kemudian mereka boleh melangkah ke tahap Deduktif mencari ayat-ayat lain yang sesuai dengan gagasan thema dari hasil studi Induktif.

Kami di Horev mengawali semuanya dengan dengan pertolongan Roh Kristus, mencari apa pesan Tuhan Yesus bagi jemaat akhir zaman, menyusuri kitab-kitab perjanjian Baru, kemudian kembali ke akarnya di kitab-kitab Taurat dan kitab-kitab para nabi di Perjanjian  Lama. Mencari ‘benang  merah’ yang berkesinambungan yang menjadi inti dari seluruh Alkitab. Kemudian mendalami tiap item yang disebut oleh Alkitab melalui literatur-literatur sejarah dan budaya bangsa Israel. Sesuai petunjuk Alkitab memperhatikan sejarah bangsa Israel dan bangsa-bangsa di Timur Tengah khususnya dan mengamati perubahan geopolitik dunia yang aktual. Mendalami budaya orang Yahudi untuk memahami terminologi-terminologi yang digunakan dalam teks ibrani. Mengamati tanda-tanda alam dan perubahan kehidupan di akhir zaman, untuk mengetahui penggenapan nubuat-nubuat yang telah disampaikan oleh teks suci Alkitab.

BENANG MERAH ALKITAB

Dalam membaca ayat-ayat Alkitab kita harus selalu ingat: Apa inti keseluruhan Alkitab ? Ingatlah bahwa Alkitab adalah penyingkapkan “Destiny” (tujuan hidup) umat manusia yang penuh kemuliaan, yaitu masuk ke dalam Kerajaan Anak Allah/Kerajaan Kristus. Seperti ada tertulis “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih” (Kolose 1:13). – inilah “benang merah” seluruh ayat-ayat Alkitab.

Kitab Kejadian sebagai kitab pertama dari Alkitab menyatakan, Tuhan telah bermaksud untuk memberikan kepada kita Kerajaan di bumi. “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas … bumi.” (Kej 1:28)

Ternyata kemudian manusia gagal meraih kemuliaan yang telah diberikan Tuhan. Namun rencana Tuhan tidak mungkin gagal, dan Tuhan sendiri akan datang untuk menegakkan Kerajaan-Nya.

Kitab Wahyu sebagai kitab terakhir dalam Alkitab menyingkapkan akhir perjalanan umat manusia dalam tuntunan Tuhan sendiri “aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya… mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.” (Wah 20:4)

Kedatangan Kerajaan Allah adalah inti dari berita Injil (Mat 3:2, 4:17, 10:7, Mar 1:15, Luk 10:9, Luk 11:20, Luk 21:31, Yoh 3:3, Kis 1:3). Jadi setiap ayat-ayat dalam Alkitab ditulis dalam rangka membawa kita kepada Kerajaan Kristus/Pemerintahan Tuhan. Oleh sebab itu bila ada orang yang mengutip suatu ayat atau perikop, lalu kesimpulannya menyimpang dari tujuan Kerajaan Allah, kita langsung dapat mengenali bahwa orang itu tidak memahami benang merah Alkitab.

 

BACKGROUND & ALIRAN

abram thio

 

Dalam perumpamaan mengenai sepuluh gadis, lima gadis bijak memiliki dua hal: selain PELITA mereka memiliki persediaan MINYAK. Lima gadis yang bodoh hanya memiliki PELITA dengan minyak terbatas.

Apakah arti PELITA dan apa arti MINYAK ? Tentu semua tahu. PELITA = FIRMAN dan MINYAK = ROH KUDUS.

Di akhir zaman, ini banyak orang hanya mengandalkan salah satu dari dua faktor penting ini. Sebagian besar mereka dari golongan pentakosta/kharismatik terlalu banyak ‘MANDI MINYAK’ dan beberapa (tidak semua) berlebihan dalam mempercayai manifestasi ‘roh’ dan malah keluar batas FIRMAN dan menjadi sesat.

Sementara dari kelompok Injili, beberapa (tidak semua)
begitu rupa MENJAGA PELITA sampai-sampai mereka lupa bahwa PELITA perlu MINYAK, mereka begitu ‘rigit’ dengan pernyataan-pernyataan ‘roh’ dan cenderung mengandalkan kekuatan sendiri dalam upaya memahami FIRMAN. Alhasil PELITA mereka padam, apa yang mereka temukan hanyalah Logos, huruf-huruf yang mati.

Latar belakang kami Kharismatik Injili…  Kami percaya manifestasi  kuasa Allah bekerja luar biasa atas orang-orang percaya seperti apa yang disampaikan oleh Alkitab Firman TUHAN.

Kami berdoa menumpangkan tangan atas orang sakit, dan beberapa (tidak selalu) dari mereka disembuhkan Tuhan. Kadang kami mengurapi orang yang sakit dengan minyak, tetapi pernah Tuhan menggerakkan hati untuk memberi minum segelas air kepada seorang ibu yang sakit parah karena guna-guna atau santet, dan ibu itu  disembuhkan Tuhan.

Kami mengusir setan atas anak-anak yang kerasukan, dan anak itu dilepaskan. Beberapa kali kami mendapat semacam vision, kadang saat berdoa, bahkan pernah terjadi saat mengemudi mobil.

Tetapi kami adalah juga orang-orang Injili sejati. Kami berdoa kepada Bapa, agar ROH KUDUS menyingkapkan
‘RAHASIA WAHYU’ dari ALKITAB… Bukan dari mimpi atau penglihatan….

Mengapa demikian? Karena kalau kami mendapat penyingkapan dari mimpi atau penglihatan… banyak saudara-saudara dari golongan Injili akan sulit untuk menerimanya. Tetapi jika penyingkapan itu dari Alkitab Firman Yang Tertulis, akan lebih berguna bagi banyak orang. Walaupun kami tahu tetap saja tidak semua orang akan mau menerimanya (Tuhan sudah ingatkan hal ini).

Kami telah mendengar banyak (tidak semua), mimpi atau
penglihatan yang dikatakan dari Tuhan, tetapi nyata-nyata
menyimpang dari Alkitab – Firman Allah. Ada banyak orang yang mengaku hamba Tuhan, tidak waspada terhadap roh kedagingan dan berkanjang pada mimpi-mimpi yang membesarkan dirinya sendiri…
Kami tidak ingin mengalami hal-hal yang seperti itu…. seberapapun bagusnya dan luar biasanya mimpi dan penglihatan, tetap harus diuji dengan Firman Tuhan yang tertulis: yaitu Alkitab.

Kami tidak merujuk buku-buku eskatologi lain secara
khusus, karena belum menemukan yang sesuai dengan
apa yang kami dapatkan dari Alkitab. Lalu bagaimana
kami mendapatkan penyingkapan-penyingkapan itu?

Kami mempelajari Alkitab Firman Allah (terutama dari Alkitab KJV dan dari Alkitab bahasa Ibrani dan Yunani dari biblos.com). Fokus dan mengikuti alur dari penjelasan Alkitab. Mempelajari sejarah dan budaya bangsa Israel, untuk menambah wawasan mengenali terminologi yang digunakan Alkitab. Juga mempelajari sejarah Gereja. (semua itu banyak didapat dari situs wikipedia.org dan situs-situs resmi seperti jewishencyclopedia.com, dll).

Kalau tidak mengerti sesuatu kami berdiam diri, berdoa, bertanya pada Bapa… bergumul beberapa hari… biasanya kalau kembali merendahkan diri, maka pengertian demi pengertian dibukakan kembali melalui ayat-ayat (Alkitab) yang lainnya. Kalau tidak mendapat pengertian pada satu hal, kami tidak akan memaksakan diri… kami tidak didesak oleh target… Tuhan bebas memberitahu atau tidak.

Tanpa pertolongan Roh Tuhan kami tidak berguna…
Di luar Tuhan kita tidak dapat memahami Wahyu-Nya.